BEM. (Start)
Assalamu'alaikum!
Udah setahun lagi aja ya dari terakhir ngisi blog ini. Pas baca-baca lagi ternyata rada cringe ya dulu haha. Tapi ya gapapa masih belajar, berproses terus insyaAllah.
Mau cerita pengalaman selama berorganisasi di internal kampus. Saya tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III selama dua periode. Periode pertama tahun 2019 sebagai Anggota Subbidang Politik Internal Bidang Sosial Politik dan periode kedua tahun 2020 sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informasi. Untuk teman-teman yang masih bertanya-tanya buat apa sih ikut organisasi, ngapain sih kura-kura, ngapain kuda-kuda demi bem, ngapain pulang malem terus hasilnya paling ribut. Ngapain sih? Mungkin akan sedikit tergambar jika menyimak tulisan ini sampai akhir.
Sesuai tulisan saya sebelumnya, saya gagal dua kali SBMPTN. Ya tentu saya gak semangat saat masuk ke kampus ini. Ogah-ogahan. Saya juga gak berusaha untuk memperbanyak teman karena saya berpikir "ya buat apa nanti juga saya ikut SBMPTN lagi dan berpisah sama teman-teman disini". Namun, dikampus diwajibkan setiap mahasiswanya untuk mendaftar organisasi internal kampus, apapun organisasinya, tapi memang tidak dijamin diterima. Saya males kan, saya kepikiran ikut Himpunan ajalah tapi kakak saya sempat nanya kenapa gak BEM lalu saya bilang males. Karena saya mikir yaudah biar gak dapet sama sekali aja organisasinya sekalian, akhirnya saya milih BEM dengan harapan biar gak dapet karena saingannya banyak.
Ternyata saat seleksi saya enjoy banget. Mungkin memang karena jiwa organisator (saya pas SMA pernah ikut OSIS dan Rohis), jadi terhibur sekali dengan kegiatan BEM disela-sela kesibukan kuliah. Karena saya berfikir saya bakal gak dapet dan gak lanjut dikampus ini, saya berusaha menikmati setiap tahapnya dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. Kalau ada pertanyaan saya berusaha jawab, kalau ada kesempatan bertanya saya tanya, ada kesempatan menjadi presidium saya coba, dan lain-lain. Dan ternyata saya malah keterima:) Padahal katanya kalau saat seleksi kita bilang bakal ikut SBMPTN tahun depan biasanya gak keterima karena organisasi di kampus saya sistemnya dua periode. Ternyata saya malah keterima.
Singkat cerita dapatlah saya posisi Politik Internal. Tugasnya menjadi perantara isu-isu seputar kampus kepada setiap organisasi internal. Saya biasa berinteraksi dengan organisasi legislatif (biasa disebut MPM) dan himpunan prodi/jurusan (kebetulan saat saya menjabat terjadi transisi bentuk himpunan dari prodi ke jurusan), kadang kala saya juga berkoordinasi dengan unit kegiatan mahasiswa.
Tekhusus saat saya menjadi anggota Politik Internal bersama 2 rekan saya yang lain, banyak pelajaran yg saya terima, terutama pentingnya Komunikasi yang baik. Bentuk hubungan saya dengan organisasi lain memang berupa garis koordinasi dan komando. Biasanya peran saya adalah menjadi tempat pemecahan masalah organisasi lain. Misal, terkait uang kemahasiswaan atau kebijakan yg dikeluarkan kampus dan cukup menjadi permasalahan diantara mahasiswa. Saya dan rekan saya biasanya akan melakukan konsolidasi bersama rekan-rekan organisasi lain, kami tukar pikiran apa yg sebenarnya terjadi, kekurangan dan kelebihannya dimasing-masing jurusan/prodi bagaimana, sampai dihasilkan solusi. Terkadang harus sampai konsolidasi berhari-hari untuk mendapatkan jalan keluar. Pernah terjadi suatu hal yg sangat mendadak, kampus mengeluarkan kebijakan yg harus kami lakukan dengan persiapan waktu yg sangat sedikit dan alasan yg kurang relevan. Lalu kami mengadakan rapat urgensi, rapat ini dilaksanakan sampai 3 hari dari sepulang kuliah (sekitar pukul 5) sampai pukul 9-10 malam. Sehingga didapatkan solusi berupa pengajuan surat tuntutan saat audiensi. Kami dari politik internal yg memfasilitasi audiensi ini.
Lalu apa kesulitannya?
Hal ini yang sering membuat hambatan. Saat kami bermusyawarah, tidak jarang perwakilan masing-masing organisasi ini hanya memberikan opini dari sudut pandang mereka masing-masing. Ada hal-hal yg mereka sembunyikan sehingga mereka akan kontra dengan keputusan forum karena keputusan tersebut banyak merugikan mereka. Akan kolot sekali perdebatan di dalam forum. Nah peran saya dan rekan saya lah untuk memberikan sudut pandang baru, memberi jalan tengah berupa opsi yang memberikan cukup keuntungan untuk semua pihak. Lalu apa yg membuat forum berlangsung lama sekali? Jika salah satu pihak tidak memberikan alasan secara tersurat mengapa mereka tidak setuju. Saya yakin setiap organisasi pasti mempunyai kepentingannya masing-masing. Namun, keterbukaan dan rasa percaya satu sama lain akan menghasilkan solusi yang tepat dan menjaga hubungan koordinasi yg baik. Kuncinya hanya Komunikasi. Komunikasikan dengan baik apa permasalahannya.
Hal-hal seperti ini membuat saya terpatri sekali. Terbentuk. Menjadi sosok yg terbiasa dihadapkan dengan masalah. Masalah yg berhubungan dengan kepentingan orang lain. Terbiasa memutar otak untuk mendapat solusi terbaik dan terefisien. Terbiasa berkomunikasi sesopan mungkin walaupun dalam kondisi yg sangat emosi dan melelahkan. Terbiasa bernegosiasi dan bertukar pikiran dengan orang-orang baru. Terbiasa siap dalam kondisi apapun (karena masalah-masalah yg datang tidak bisa ditahan dulu seperti tugas). Poin dari semua keuntungan tersebut adalah Terbiasa kesulitan. Hal ini mungkin saja akan ditemukan dibangku kelas saat kuliah, misal saat diskusi dengan dosen. Namun di organisasi hal tersebut sangat sering terjadi dan super dadakan, tidak berdeadline. Karena meleng dan tak acuh sedikit saja, saya bisa kena amuk sama mahasiswa :) Ini yang orang-orang sebut "perbanyak jam terbang". Organisasilah salah satu tempat banyaknya jam terbang. Tapi, tergantung anggota organisasi tersebut, terkadang sudah banyak kesempatan namun dilaksanakan dengan ogah-ogahan tidak jarang juga sampai ada yg kabur atau mangkir. Ikut berorganisasi bukan ciri organisator tapi aktif berorganisasi adalah ciri khas organisator asli.
Ada banyak hal lain yang bisa diceritakan disini. Seperti jika harus terjun ke dalam kepanitiaan. Banyak hal menarik juga. Namun poin utamanya sama seperti cerita saya diatas.
Kalau bertanya, bagaimana dengan urusan kuliahnya ka? Apakah kesulitan bagi waktunya? Pasti dan itu resikonya. Masa mau jago berkomunikasi dan problem solving tapi gratis. Gak ada yg gratis. Bayarannya ya pakai waktu. Waktu seorang organisator itu limited. Makanya harus pintar-pintar membagi waktu. Saya sendiri tidak seahli itu bagi waktu. Pernah saya ditelpon dan diminta bertemu oleh pihak Direktorat kampus saat sedang kuliah. Saya bisikin teman dekat saya kalau saya harus bertemu dengan pihak tersebut karena mendesak, saya minta tolong dia kalau dosen atau teman yg lain bertanya bilang saja saya lagi pup hahaha (karena akan lama), dan saya minta tolong dia setelah kelas menjelaskan ke saya materi kuliah yg saya ketinggalan. Alhamdulillah teman-teman saya baik. Saya pun akhirnya izin ketoilet pada dosen saya.
Saya bukan tipe yg pro sekali dengan berorganisasi. Bagi saya yg penting saat duduk dibangku kuliah jangan sampai menyia-nyiakan waktu. Bisa coba bisnis, tergabung dengan tim gamer, ikut seminar-seminar, dan masih banyak lagi. Jangan dibuang sia-sia hanya menonton drama sampai bosan atau main game sampai bosan. Cobalah tergabung dengan komunitas yg bisa menunjang hobi kita. Dan kalau sekedar kebiasaan unproduktif lebih baik kurangi selama kuliah karena nanti setelah selesai kuliah dan bekerja, akan ada waktu luang untuk melakukan hal-hal tersebut. Maka, nikmati dan maksimalkan lah waktu yang ada selagi bisa!
Di organisasi saya juga bertemu teman-teman yg menjadi sahabat saya di saat suka maupun duka sampai saat ini. Ingin sekali berbagi keceritanya ke kalian. Nanti akan saya ceritakan dan semoga bisa memetik hikmahnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat! Ada atau tidak rencana untuk berorganisasi, saya rasa tulisan ini akan relevan untuk siapapun yg sedang berusaha produktif. Terima kasih sudah membaca sampai akhir! :)
: foto dibawah adalah foto kepengurusan pada periode 2019 dan 2020 seusai pelantikan, yg paling bawah saat pelantikan kepengurusan 2021 tapi gak ada saya-nya :)

Komentar
Posting Komentar