Mati Rasa
Tau kah
Ada hal yg saat itu sangat menyakitkan
Hingga menangis pun tidak bisa menjabarkan
Tau kah
Selepas kejadian itu
Mental ku runtuh
Bahkan nasihat aku tak acuh
Tau kah
Beriring bergantinya siang malam
Semangat jihad seolah tenggelam
Ya
Aku memang tak mengurung diri
Aku tak membisu di sepanjang hari
Tapi
Aku mengurung kaki ku untuk mencari hidayah lebih jauh
Aku membisu tak tau apa yg layak ditangisi di 1/3 malam ku
Bukan kah itu jauh menyakitkan?
Setiap penyakit ada obatnya kata mereka
Penyakit dan obatnya hanya ku reka reka
Berat memikul penyakit ini
Ku putuskan untuk keluar dan bermain
Biasanya aku tau tujuan itu dan ini
Tapi aku tak lagi peduli
Aku hanya berharap,
mendapat obat yg di nanti nanti
Oh bodohnya diri
Ternyata aku hanya perlu mensyukuri
Tidak kurang dan tidak lebih
Aku telah mendapatkan apa yg aku cintai
Yg aku pertanyakan, apalagi yg akan terjadi
Tapi biarlah menjadi misteri
Karena aku tak mau menebak nebak rencana indah Illahi
Hari ke delapan belas
Bulan Agustus

Komentar
Posting Komentar