1st
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai teman-teman semua! Its been more than a year last time you see this blog. Sebetulnya ada alasan kenapa saya mau balik lagi nulis disini. Tapi sebelumnya saya mau cerita bagaimana blog ini bisa lahir.
2016
Sekitar 4 tahun yang lalu saat saya masih duduk dibangku kelas 2 menengah atas, kehidupan saya menemui beberapa titik balik. Saya mencari jati diri. Mencari panutan. Dan mematri diri sendiri. Sejak SMP juga saya bercita-cita kuliah di kampus idaman banyak orang yang berlokasi di Bandung, apalagi kalo bukan ITB. Memasuki kelas 2 SMA saya gemar sekali mencari informasi apapun tentang ITB. Sampai akhirnya saya menemukan akun askfm dan instagram presma ITB 2016. Saya kagum sekali dengan beliau, namanya ka dhika. Bagaimana tidak, setiap kata-kata yang dia sampaikan pasti memiliki pesan. Pesan kebermanfaatan. Di bio instagramnya saya menemukan alamat blog. Dan kebetulan saat itu saya suka sekali menulis puisi. Dimana-mana. Dibuku. Timeline line. Sampai kadang di meja sekolah (mohon maaf ini jangan ditiru).
Berinisiatif lah saya untuk membuat blog ini. Kalau dibandingkan antara isi blog ini dengan isi blog ka dhika sebetulnya hampir 80% saya terinspirasi darinya. Gaya penyampaian filosofis berdasarkan kesukaanya yaitu fisika dan saya hanya mengambil perumpaan sehari-hari, nama blossom flower, sampai nama blog ini pun terinspirasi darinya. Agar teman-teman juga merasakan kebermanfaatan tulisannya, silahkan dicek ig : @mahadhikazein dan blog : catatansidhika.blogspot.com . Saya memilih "buku kecil" karena saya merasa kebermanfaat saya belum akan sebesar "catatan ka dhika". Pilihan "blossom flower" pun mirip dengan "growing tree" karena saya memiliki harapan apa yang saya sampaikan disini dapat dinikmati kebaikannya oleh banyak orang seperti harumnya bunga yang merekah.
Lagipula di tahun tersebut blogspot tidak terlalu booming dan teman-teman saya pun tidak ada yang punya. Bahkan saat saya bingung harus bikin blogspot atau wordpress, tanpa pikir panjang saya langsung ngikutin ka dhika. Saya menjadikan beliau acuan saat itu. Dengan harapan agar suatu hari bisa seperti beliau.
2017
Masa-masa perjuangan untuk anak kelahiran 1999. Banyak pertempuran pada saat ini. Fisik maupun batin. Bahkan sampai ruhiyah. Saya udah jarang banget baca-baca blog orang maupun ngisi blog sendiri. Ditahun ini juga ka dhika udah jarang banget ngisi blog dan presma itb sudah ganti seingat saya saat itu.
Pada tahun ini saya mulai terombang-ambing karena banyaknya pilihan. Keputusan. Harus disegerakan. Dan dimasa-masa ini juga saya merasa sulit. Sulit hanya bagi diri saya. Maka disaat ini juga saya gak banyak menulis lagi. Saya kehilangan selera. Bahkan saking tidak terkontrol, saya buang dan hapus semua puisi saya dikertas maupun di line. Dan yang tersisa hanya yang disini. Karena saya lupa punya ini.
2018
Tak banyak berubah. Harapan tinggal harapan. Cita-cita tinggal cerita.
Saya sempat menceritakan pengalaman saya. Sebetulnya itu bukan suatu "masalah" namun karena diri tidak menerima maka banyak cerita hebat yang justru hanya jadi masalah. Kalau dilihat isi blog saya di tahun ini, pahit, gada rasanya, gada ghirahnya.
2020
Ditengah menyebarnya wabah virus yang dirasakan oleh banyak negara di dunia, memaksa kampus saya mengubah kelas dari tatap muka menjadi tatap maya. Sebetulnya bukan hanya kampus saya, tapi juga perusahaan, sekolah, dan lain-lain. Masa-masa senggang ini membuat saya memikirkan bagaimana caranya agar saya bermanfaat, walaupun hanya sebiji sawi. Yang saya maksud bermanfaat ini bukan hanya saat ada wabah ini ya, tapi juga seterusnya. Disamping, saya gak punya keahlian. Saya gak punya uang. Saya gak pinter. Saya gak punya apa-apa. Saya cuma punya keinginan untuk bermanfaat.
Karena saya hobi banget baca buku, insyaAllah rencananya blog ini akan saya isi dengan review buku dan pasti diselipin hal-hal menarik lainnya. Saya harap blog ini akan bermanfaat buat orang banyak. Ya setidaknya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Saya butuh masukan dari teman-teman untuk bantu saya menghidupkan blog yang sudah berdebu ini. Diisi dengan sesuatu yang baru, yang menggambarkan Buku Kecil Nurul yang baru.
Alasan saya nulis asal usul blog ini karena banyak yang nanya kenapa suka nulis dan baca, kenapa nama blognya kaya gini, dan kenapa gak diisi lagi.
Terakhir. Selamat datang Kamu. Selamat datang Aku. Yang baru :)
Bye! Sampai ketemu di pintu berikutnya!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Note :
Mau berterima kasih banyak sama ka dhika yang sudah menginspirasi saya. Walaupun gak pernah ketemu. Bahkan ka dhika gak tau saya siapa. Tapi saya bersyukur bisa ketemu akun sosmed sampai blognya ka dhika. Dan pertengahan tahun 2019 ka dhika sudah memimpin bahtera rumah tangga bareng ka syifa. Saya juga gak pernah ketemu ka syifa. Saya sekedar mengagumi mereka berdua dan mengambil hal-hal positif yang mereka tebarkan. Untuk teman-teman doakan yang terbaik untuk ka dhika dan keluarga ya! Terima kasih.
Hai teman-teman semua! Its been more than a year last time you see this blog. Sebetulnya ada alasan kenapa saya mau balik lagi nulis disini. Tapi sebelumnya saya mau cerita bagaimana blog ini bisa lahir.
2016
Sekitar 4 tahun yang lalu saat saya masih duduk dibangku kelas 2 menengah atas, kehidupan saya menemui beberapa titik balik. Saya mencari jati diri. Mencari panutan. Dan mematri diri sendiri. Sejak SMP juga saya bercita-cita kuliah di kampus idaman banyak orang yang berlokasi di Bandung, apalagi kalo bukan ITB. Memasuki kelas 2 SMA saya gemar sekali mencari informasi apapun tentang ITB. Sampai akhirnya saya menemukan akun askfm dan instagram presma ITB 2016. Saya kagum sekali dengan beliau, namanya ka dhika. Bagaimana tidak, setiap kata-kata yang dia sampaikan pasti memiliki pesan. Pesan kebermanfaatan. Di bio instagramnya saya menemukan alamat blog. Dan kebetulan saat itu saya suka sekali menulis puisi. Dimana-mana. Dibuku. Timeline line. Sampai kadang di meja sekolah (mohon maaf ini jangan ditiru).
Berinisiatif lah saya untuk membuat blog ini. Kalau dibandingkan antara isi blog ini dengan isi blog ka dhika sebetulnya hampir 80% saya terinspirasi darinya. Gaya penyampaian filosofis berdasarkan kesukaanya yaitu fisika dan saya hanya mengambil perumpaan sehari-hari, nama blossom flower, sampai nama blog ini pun terinspirasi darinya. Agar teman-teman juga merasakan kebermanfaatan tulisannya, silahkan dicek ig : @mahadhikazein dan blog : catatansidhika.blogspot.com . Saya memilih "buku kecil" karena saya merasa kebermanfaat saya belum akan sebesar "catatan ka dhika". Pilihan "blossom flower" pun mirip dengan "growing tree" karena saya memiliki harapan apa yang saya sampaikan disini dapat dinikmati kebaikannya oleh banyak orang seperti harumnya bunga yang merekah.
Lagipula di tahun tersebut blogspot tidak terlalu booming dan teman-teman saya pun tidak ada yang punya. Bahkan saat saya bingung harus bikin blogspot atau wordpress, tanpa pikir panjang saya langsung ngikutin ka dhika. Saya menjadikan beliau acuan saat itu. Dengan harapan agar suatu hari bisa seperti beliau.
2017
Masa-masa perjuangan untuk anak kelahiran 1999. Banyak pertempuran pada saat ini. Fisik maupun batin. Bahkan sampai ruhiyah. Saya udah jarang banget baca-baca blog orang maupun ngisi blog sendiri. Ditahun ini juga ka dhika udah jarang banget ngisi blog dan presma itb sudah ganti seingat saya saat itu.
Pada tahun ini saya mulai terombang-ambing karena banyaknya pilihan. Keputusan. Harus disegerakan. Dan dimasa-masa ini juga saya merasa sulit. Sulit hanya bagi diri saya. Maka disaat ini juga saya gak banyak menulis lagi. Saya kehilangan selera. Bahkan saking tidak terkontrol, saya buang dan hapus semua puisi saya dikertas maupun di line. Dan yang tersisa hanya yang disini. Karena saya lupa punya ini.
2018
Tak banyak berubah. Harapan tinggal harapan. Cita-cita tinggal cerita.
Saya sempat menceritakan pengalaman saya. Sebetulnya itu bukan suatu "masalah" namun karena diri tidak menerima maka banyak cerita hebat yang justru hanya jadi masalah. Kalau dilihat isi blog saya di tahun ini, pahit, gada rasanya, gada ghirahnya.
2020
Ditengah menyebarnya wabah virus yang dirasakan oleh banyak negara di dunia, memaksa kampus saya mengubah kelas dari tatap muka menjadi tatap maya. Sebetulnya bukan hanya kampus saya, tapi juga perusahaan, sekolah, dan lain-lain. Masa-masa senggang ini membuat saya memikirkan bagaimana caranya agar saya bermanfaat, walaupun hanya sebiji sawi. Yang saya maksud bermanfaat ini bukan hanya saat ada wabah ini ya, tapi juga seterusnya. Disamping, saya gak punya keahlian. Saya gak punya uang. Saya gak pinter. Saya gak punya apa-apa. Saya cuma punya keinginan untuk bermanfaat.
Karena saya hobi banget baca buku, insyaAllah rencananya blog ini akan saya isi dengan review buku dan pasti diselipin hal-hal menarik lainnya. Saya harap blog ini akan bermanfaat buat orang banyak. Ya setidaknya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Saya butuh masukan dari teman-teman untuk bantu saya menghidupkan blog yang sudah berdebu ini. Diisi dengan sesuatu yang baru, yang menggambarkan Buku Kecil Nurul yang baru.
Alasan saya nulis asal usul blog ini karena banyak yang nanya kenapa suka nulis dan baca, kenapa nama blognya kaya gini, dan kenapa gak diisi lagi.
Terakhir. Selamat datang Kamu. Selamat datang Aku. Yang baru :)
Bye! Sampai ketemu di pintu berikutnya!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Note :
Mau berterima kasih banyak sama ka dhika yang sudah menginspirasi saya. Walaupun gak pernah ketemu. Bahkan ka dhika gak tau saya siapa. Tapi saya bersyukur bisa ketemu akun sosmed sampai blognya ka dhika. Dan pertengahan tahun 2019 ka dhika sudah memimpin bahtera rumah tangga bareng ka syifa. Saya juga gak pernah ketemu ka syifa. Saya sekedar mengagumi mereka berdua dan mengambil hal-hal positif yang mereka tebarkan. Untuk teman-teman doakan yang terbaik untuk ka dhika dan keluarga ya! Terima kasih.

Komentar
Posting Komentar